All About Borneo

Just another WordPress.com weblog

Pasar Terapung Muara Kuin

Posted by deborneo15 on March 20, 2010

pasar terapung

Kalau sering nonton RCTI, mungkin kamu pernah melihat satu klip video yang menceritakan orang yang berjualan menggunakan perahu dan ujung-ujung ada nenek yang mengacungkan jempolnya tanda ok. Yups, itulah sekelumit gambaran pasar terapung.

Banjarmasin, Kalimantan Selatan, katanya kota satu-satunya yang memiliki pasar terapung di Indonesia. Jadi rugi banget, kalau berkunjung ke Banjarmasin, ngga mampir ke obyek wisata yang satu ini. Disebut pasar terapung, karena para pedagang yang berjualan di pasar ini menawarkan dagangannya dengan menggunakan ’jukung’ (perahu kecil khas Banjar). Begitu juga, bagi yang mau membeli juga harus menggunakan ’jukung’.

Kehadiran pasar terapung sendiri tidak lepas dari sejarah kota Banjarmasin. Pada tahun 1526, Sultan Suriansyah mendirikan kerajaan di tepi sungai Kuin dan Barito yang kemudian menjadi cikal bakal kota Banjarmasin. Di tepian sungai ini pula pusat perdagangan tradisional mulai berkembang.

Selain pasar terapung di Muara Kuin Banjarmasin, pasar terapung lainnya adalah di Lok Baintan yang berada di atas Sungai Martapura. Tapi pasar terapung ini tidaklah sepopuler Muara Kuin Banjarmasin mungkin dikarenakan lokasinya yang cukup jauh dari pusat kota.

Aktivitas pasar ini dimulai dari jam 3.30 wita sampai ketika matahari mulai muncul sekitar jam 6.30 wita. Jadi jangan coba-coba, datang kesana di luar jam itu, dijamin bakalan sepi. Jukung-jukung sarat dengan muatan barang dagangan seperti sayur mayur, buah-buahan, segala jenis ikan dan berbagai kebutuhan rumah tangga hilir mudik berseliweran.

Untuk mencapai pasar ini sangat mudah karena pasarnya berada di kota. Bahkan jaraknya dari rumahku cuman 20 menit naik motor. Tapi kalau kamu bisa naik taxi atau mobil ke dermaga kecil jukung di daerah Kuin.

Eksotisme pasar terapung baru akan terasa jika kamu berada diantara mereka. Sewalah sebuah perahu kelotok yang akan mengantar kamu ke pasar terapung. Ongkos sewanya tergantung negosiasi, berkisar antara 50-70 ribu rupiah berdasarkan jumlah penumpang. Dari dermaga, perahu didayung menyusuri sungai Kuin yang bermuara di sungai Barito. Berdesak-desakan antara perahu besar dan kecil saling mencari pembeli dan penjual yang selalu berseliweran kian kemari dan selalu oleng dimainkan gelombang sungai Barito. Hem .. pengalaman yang mendebarkan .. terutama bagi yang ngga bisa berenang hahaha *menertawakan diri sendiri

Meski kamu tidak belanja sayuran, namun kamu juga dapat membeli makanan siap santap seperti soto Banjar dan pisang goreng. Penjual soto Banjar ini juga menggunakan perahu untuk menjajakan dagangannya. Kamu cukup mendekati warung terapung tersebut, dengan menggunakan jukung. Dan setelah dekat kamu tinggal naik ke jukung warung tersebut dan pesan deh. Dan jukung kamu bakal parkir disebelahnya. Atau menikmati makanan-makanan kecil yang disebut ‘wadai’ dalam bahasa Banjar. Uniknya, penjual dan pembeli tetap berada pada jukung masing-masing. Merapat sedikit. Nanti penjual akan memberi kamu sebuah kayu kecil yang ujungnya ada pakunya. Nah .. paku itu berfungsi untuk mengambil wadai di jukung penjual. Tinggal ditancapkan aja .. hufh persis seperti mancing, tapi kalau yang ini ngga perlu umpan hehehe .. Hhmmm, menikmati sarapan pagi dalam perahu kelotok di atas sungai Barito atau Martapura merupakan kenikmatan yang tiada tara. Berminat mencoba?

Advertisements

2 Responses to “Pasar Terapung Muara Kuin”

  1. rose said

    sakut dengan kekayaan khazanah budaya indonesia ini… ^^ aq blompernah berkunjung ke luar jawa sekalipun..

  2. deborneo15 said

    kalo ada kesempatan .. berkunjunglah .. ku siap jadi guidenya ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: