All About Borneo

Just another WordPress.com weblog

Iwak Rabuk Haruan (Abon Ikan Haruan)

Posted by deborneo15 on March 23, 2010

Ikan Haruan Segar

Ikan Haruan adalah ikan khas yang sangat digemari masyarakat Kalimantan Selatan. Bahkan ikan ini menjadi “pendamping wajib” masakan ketupat Kandangan. Bukan ketupat Kandangan namanya, kalau lauknya tidak menggunakan ikan Haruan.

Ikan Haruan adalah sejenis ikan buas yang hidup di air tawar. Kalau di Jawa dikenal dengan sebutan Kutuk/Gabus, orang Betawi menyebutnya Kocolan, tetangga kita Malaysia mengenalnya dengan nama aruan atau haruan. Sedangkan tetangga jauuuuuuh kita yaitu Inggris, memanggil ikan Haruan ini dengan berbagai nama, seperti common snakehead, snakehead murrel, chevron snakehead, striped snakehead dan juga aruan. Sedangkan nama ilmiahnya adalah Channa striata.

Dinamakan Snake head, mungkin karena kepala ikan Haruan berkepala besar agak gepeng mirip kepala ular dengan sisik-sisik besar di atas kepala. Tubuh bulat gilig memanjang, seperti peluru kendali. Sirip punggung memanjang dan sirip ekor membulat di ujungnya. Biasanya dijumpai di danau, rawa, sungai, dan saluran-saluran air hingga ke sawah-sawah. Ikan Haruan ini memangsa aneka ikan kecil-kecil, serangga, dan berbagai hewan air lain termasuk berudu dan kodok.

Mungkin kamu pernah menemui ikan Haruan terbawa banjir ke parit-parit di sekitar rumah, atau memasuki kolam-kolam pemeliharaan ikan dan menjadi hama yang memangsa ikan-ikan peliharaan di sana. Jika sawah, kolam atau parit mengering, ikan ini akan berupaya pindah ke tempat lain, atau bila terpaksa, akan mengubur diri di dalam lumpur hingga tempat itu kembali berair. Oleh sebab itu ikan ini sering kali ditemui ‘berjalan’ di daratan, khususnya di malam hari di musim kemarau, mencari tempat lain yang masih berair. Fenomena ini adalah karena gabus memiliki kemampuan bernapas langsung dari udara, dengan menggunakan semacam organ labirin (seperti pada ikan lele atau betok) namun lebih primitif.

Salah satu kerabat dekat gabus adalah ikan Toman (Channa micropeltes), yang panjang tubuhnya dapat melebihi 1 m dan beratnya lebih dari 5 kg.

Di Kalimantan Selatan, ikan Haruan ini mempunyai nilai ekonomis yang cukup tinggi. Biasanya ikan ini diasinkan terlebih dahulu sebelum diperdagangkan antar pulau. Haruan asin merupakan salah satu ikan kering yang cukup mahal harganya.

Untuk ikan Haruan segar, kebanyakan dijual dalam keadaan hidup, juga merupakan sumber protein yang sangat tinggi yaitu Albumin. Albumin diperlukan tubuh manusia setiap hari, terutama dalam proses penyembuhan luka-luka. Bahkan, di daerah pedesaan, anak laki-laki pasca dikhitan selalu dianjurkan mengonsumsi ikan sejenis itu untuk mempercepat proses penyembuhan. Caranya, daging ikan tersebut dikukus atau di-steam sehingga memperoleh filtrate, yang dijadikan menu ekstra bagi penderita hipoalbumin dan luka.

Selain itu, menurut Prof Madya Dr. Saringat Baie (beliau adalah orang pertama yang menghasilkan tablet obat luka dari ikan Haruan), Ikan Haruan juga mengandung asam amino dan lemak yang dapat menyembuhkan luka dalam perut serta amat baik untuk mengobati penyakit gastrik. Syaratnya, Haruan tersebut harus Haruan liar dan bukan Haruan yang dibudidayakan.

Iwak Rabuk Haruan

Nah .. saya juga akan berbagi resep ikan Haruan yang lain yaitu Iwak Rabuk Haruan *diselingi bahasa Banjar ya ..

Bahan :

1 kg Ikan Haruan Besar (boleh juga diganti dengan Ikan Toman)
½ kg santan

Bumbu :

Kemiri (kaminting) 3 biji
Bawang merah (bawang habang) 3 biji
Bawang putih 1 siung
Daun serai (serai) 1 batang
Kunyit (janar)  1 ruas jari
Laos (laus)  1 ruas jari
Kencur (kancur) 2 ruas jari
Jahe (tipakan)  1 ruas jari
Ketumbar (katumbar) 1sendok makan
Terasi (acan) secukupnya
Garam (uyah) secukupnya

Cara membuat :

  1. Semua bumbu diulek sampai halus.
  2. Ikan Haruan/Toman dibersihkan, kemudian direbus sampai masak, lalu didinginkan dan buang tulangnya.
  3. Campur bumbu, ikan Haruan dan santan, kemudian aduk sampai daging ikannya hancur di atas api sedang.
  4. Jika sudah tercium bau harum dari bumbu, berarti masakan sudah matang.

Bagi yang ngga sempet bikin, tenang aja kok … udah ada yang jual dalam bentuk kemasan. Harganya bervariasi. Tergantung berat dan bentuk kemasan juga. Di tempat langgananku, harganya Rp. 150.000,-/kg. So .. pilih yang mana .. mau bikin sendiri atau beli .. terserah kamu aja :)

About these ads

2 Responses to “Iwak Rabuk Haruan (Abon Ikan Haruan)”

  1. Didien® said

    di kampung saya ikan namanya ikan Leunceurrrr…hehehe unik kan?

    salam, &_&

  2. deborneo15 said

    kampungnya dimana mas ?? salam kenal :)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: